- Tansen Roy Wuisa (Vino Geovani Bastian)
- Meilan Tanuwidjaja (Laura Basuki)
Sinopsis :
Film Madre berkisah tentang seorang pria yang bernama Tansen Roy Wuisa (Vino G. Bastian) yang memiliki hobi surfing. Semua yang dilakukan Tansen setiap hari selalu berhubungan dengan hobinya itu bahkan Tansen mencurahkan semua pengalaman hidupnya kedalam blognya yaitu "Sang Pencari Ombak".
Namun selain sangat terobsesi terhadap surfing, ternyata Tansen juga memiliki keinginan yang kuat untuk memajukan kembali toko roti miliki kakek dan neneknya yang bernama "Tan de Bakker". Meskipun pada awalnya Tansen sangat tidak peduli dengan toko roti tersebut. Toko yang telah lama tidak beroperasi ini didirikan oleh Tan Sie Gie (kakek Tansen) sejak tahun 60an. Sang kakek memiliki keyakinan jika hanya keturunannya lah yang mampu meneruskan toko roti tersebut.
Cerita Film Madre dari sinilah dimulai. Tansen yang merasa memiliki tanggung jawab untuk kembali menghidupkan usaha Toko roti kakek dan neneknya berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai tujuan yang diharapkan oleh kakeknya. Namun pada suatu hari secara tidak sengaja Tansen menemukan resep adonan dan biang roti warisan kakeknya yang telah berumur cukup lama yakni 70 tahun yang bernama Madre. Dengan Madre inilah Tansen mulai mengais asanya untuk menghidupkan kembali toko roti miliki kakek dan neneknya.
Tansen yang terus mengembangkan toko rotinya untuk menjadi lebih besar membuatnya bertemu dengan Meilan Tanuwidjaja (Laura Basuki). Gadis yang akrab dipanggil dengan sebutan Mei ini ternyata salah satu pembaca setia dari blog Tansen yaitu "Sang Pencari Ombak". Kejutan atas kehadiran Mei tidak hanya sampai disitu saja, Mei ternyata adalah seorang pemiliki sebuah pabrik roti modern terkemuka yaitu "Fairy Bread". Disinilah akhirnya keduanya memutuskan untuk saling bekerja sama setelah Mei terkesan dengan roti buatan Tansen yaitu Madre.
Hubungan Tansen dengan Mei yang awalnya terjalin bertujuan hanya sekedar sebagai rekan bisnis akhirnya berubah. Hubungan mereka berdua semakin hari semakin istimewa, tidak bisa mereka pungkiri jika benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya.
Namun justru disinilah konflik mulai bermunculan karena hubungan yang semakin dekat diantara keduanya. Tansen yang memiliki jiwa surfing yang bebas yang tak terikat oleh apapun kini harus merubah dirinya menjadi seorang pengusaha roti yang memiliki kesibukan tersendiri. Tak hanya itu, disisi lain akibat hubungan Tansen dengan Mei yang dekat ini membuat hadirnya pihak ketiga yang dapat merusak hubungan mereka berdua.
Namun selain sangat terobsesi terhadap surfing, ternyata Tansen juga memiliki keinginan yang kuat untuk memajukan kembali toko roti miliki kakek dan neneknya yang bernama "Tan de Bakker". Meskipun pada awalnya Tansen sangat tidak peduli dengan toko roti tersebut. Toko yang telah lama tidak beroperasi ini didirikan oleh Tan Sie Gie (kakek Tansen) sejak tahun 60an. Sang kakek memiliki keyakinan jika hanya keturunannya lah yang mampu meneruskan toko roti tersebut.
Cerita Film Madre dari sinilah dimulai. Tansen yang merasa memiliki tanggung jawab untuk kembali menghidupkan usaha Toko roti kakek dan neneknya berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai tujuan yang diharapkan oleh kakeknya. Namun pada suatu hari secara tidak sengaja Tansen menemukan resep adonan dan biang roti warisan kakeknya yang telah berumur cukup lama yakni 70 tahun yang bernama Madre. Dengan Madre inilah Tansen mulai mengais asanya untuk menghidupkan kembali toko roti miliki kakek dan neneknya.
Tansen yang terus mengembangkan toko rotinya untuk menjadi lebih besar membuatnya bertemu dengan Meilan Tanuwidjaja (Laura Basuki). Gadis yang akrab dipanggil dengan sebutan Mei ini ternyata salah satu pembaca setia dari blog Tansen yaitu "Sang Pencari Ombak". Kejutan atas kehadiran Mei tidak hanya sampai disitu saja, Mei ternyata adalah seorang pemiliki sebuah pabrik roti modern terkemuka yaitu "Fairy Bread". Disinilah akhirnya keduanya memutuskan untuk saling bekerja sama setelah Mei terkesan dengan roti buatan Tansen yaitu Madre.
Hubungan Tansen dengan Mei yang awalnya terjalin bertujuan hanya sekedar sebagai rekan bisnis akhirnya berubah. Hubungan mereka berdua semakin hari semakin istimewa, tidak bisa mereka pungkiri jika benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya.
Namun justru disinilah konflik mulai bermunculan karena hubungan yang semakin dekat diantara keduanya. Tansen yang memiliki jiwa surfing yang bebas yang tak terikat oleh apapun kini harus merubah dirinya menjadi seorang pengusaha roti yang memiliki kesibukan tersendiri. Tak hanya itu, disisi lain akibat hubungan Tansen dengan Mei yang dekat ini membuat hadirnya pihak ketiga yang dapat merusak hubungan mereka berdua.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar